Personel Resor Sembulungan tetap melaksanakan patroli rutin dan penjagaan aset negara meski diguyur hujan (02/02/2026).
Menjaga kelestarian ekosistem hutan merupakan tugas yang tidak mengenal cuaca. Pada Senin, 02 Februari 2026, tim Resor Sembulungan kembali menunjukkan dedikasinya dalam menjaga keamanan kawasan hutan melalui serangkaian kegiatan penjagaan dan patroli darat. Meski wilayah Sembulungan diguyur hujan, semangat para petugas dalam memantau kekayaan hayati dan aset negara tidak luntur demi terciptanya kawasan yang aman dari gangguan hutan (tipihut).
Penjagaan BMN dan Pemantauan Keamanan Intensif
Kegiatan diawali dengan penjagaan Barang Milik Negara (BMN) serta pemantauan intensif di sekitar pos jaga. Penjagaan ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana pendukung konservasi tetap dalam kondisi baik. Pemantauan keamanan hutan di sekitar pos juga dilakukan secara berkala untuk mendeteksi dini adanya aktivitas mencurigakan di pintu masuk kawasan.
Patroli Jalur Rawan: Pondok Welit hingga Watu Jago
Salah satu agenda utama pada hari tersebut adalah patroli darat yang menyisir Blok Pondok Welit hingga Watu Jago. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu jalur yang memerlukan pengawasan ekstra. Fokus utama petugas dalam patroli kali ini meliputi:
- Pengecekan Lokasi Rawan: Memastikan tidak ada perambahan atau aktivitas ilegal di area terpencil.
- Penyisiran Jalur Aktif: Mengantisipasi jalur-jalur yang kerap digunakan oleh pemburu satwa liar atau oknum pengambil Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) secara ilegal.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tim tidak menjumpai adanya tindak pidana kehutanan (tipihut). Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran petugas di lapangan memberikan efek gentar bagi para pelaku kejahatan lingkungan.
Edukasi Masyarakat: Sinergi dengan Nelayan dan Pemancing
Kelestarian hutan Sembulungan tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga keterlibatan masyarakat sekitar. Di sela-sela patroli, tim memberikan pengarahan kepada para nelayan dan pemancing yang beraktivitas di sekitar kawasan.
Petugas menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga ekosistem. Selain itu, mengingat kondisi cuaca yang sedang hujan, petugas juga memberikan himbauan agar para warga selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut maupun di tepian hutan. Edukasi persuasif ini bertujuan membangun kesadaran kolektif bahwa hutan yang lestari akan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Kekayaan Hayati: Perjumpaan Satwa yang Memukau
Meskipun cuaca kurang bersahabat, kekayaan fauna di Resor Sembulungan tetap menunjukkan eksistensinya. Selama kegiatan patroli, petugas berhasil melakukan pendataan perjumpaan satwa. Keanekaragaman hayati yang terpantau meliputi:
- Primata: Kera abu-abu dan Lutung yang bergelantungan di tajuk pohon.
- Mamalia: Kijang Jawa yang sesekali terlihat di antara semak.
- Unggas & Burung: Ayam hutan merah, Takur Tultumpuk, Merbah Cerecuk, hingga kegagahan Elang Laut yang melintas di cakrawala.
Data perjumpaan satwa ini sangat penting sebagai indikator bahwa habitat di Resor Sembulungan masih dalam kondisi sehat dan terjaga dengan baik.
Kesimpulan Kegiatan rutin di Resor Sembulungan pada awal Februari 2026 ini membuktikan bahwa pengawasan yang konsisten adalah kunci keberhasilan konservasi. Dengan perpaduan patroli fisik, penjagaan aset, dan pendekatan humanis kepada masyarakat, masa depan hutan Sembulungan diharapkan tetap hijau dan menjadi rumah yang aman bagi satwa liar di dalamnya.


