Tim pengamanan Resor Kucur saat melaksanakan patroli malam antisipasi perburuan liar dan pemantauan biodiversitas satwa dilindungi
Kelestarian Resor Kucur merupakan prioritas utama bagi petugas Polisi Kehutanan. Oleh karena itu, personel lapangan terus memperkuat upaya perlindungan kawasan dan pelestarian keanekaragaman hayati. Pada Senin, 13 April 2026, tim kembali melaksanakan serangkaian kegiatan rutin. Secara khusus, agenda ini berfokus pada pelayanan pengunjung, pemeliharaan fasilitas, hingga pengamanan kawasan dari berbagai ancaman tindak pidana kehutanan.
Mendukung Kelestarian Resor Kucur Melalui Pelayanan Pengunjung
Pertama-tama, petugas mengawali pekan kerja dengan menjaga pos pintu masuk. Selanjutnya, tim memberikan pelayanan langsung kepada pengunjung yang memiliki minat khusus. Sebagai contoh, petugas mendampingi satu orang pengunjung yang memancing di area resmi. Selain melayani tamu, petugas juga membersihkan area sekitar pos. Tindakan ini bertujuan untuk merawat sanitasi lingkungan sekaligus menjamin kenyamanan bersama.
Patroli Pengamanan: Langkah Krusial untuk Kelestarian Resor Kucur
Lebih lanjut, tim menjadikan keamanan kawasan sebagai tujuan utama demi mempertahankan Kelestarian Resor Kucur. Oleh sebab itu, personel menggelar patroli perlindungan yang menyisir Blok Jatipapak hingga Apak Jigang. Secara rinci, patroli ini memiliki tiga sasaran pokok:
- Mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla): Petugas memantau kondisi lahan pada saat cuaca terik agar titik api tidak muncul.
- Menangkal Pembalakan Liar (Ilegal Logging): Tim memastikan tidak ada oknum yang menebang atau mengambil kayu secara ilegal di area vegetasi Jati dan Mahoni.
- Menghalau Perburuan Liar: Petugas secara aktif melindungi ekosistem satwa dari ancaman para pemburu tak bertanggung jawab.
Selama kegiatan berlangsung, cuaca kawasan bersinar cerah dari pagi hingga sore hari. Pada akhirnya, petugas tidak menemukan aktivitas mencurigakan maupun tanda-tanda tindak pidana kehutanan (tipihut) sampai patroli selesai.
Pantauan Satwa Sebagai Bukti Nyata Kelestarian Resor Kucur
Tentu saja, tingginya angka perjumpaan satwa liar menjadi indikator penentu keberhasilan program konservasi. Melalui pengamatan langsung di Airstrip Jatipapak, tim mencatat banyak spesies burung endemik yang terbang bebas.
Berikut adalah hasil pantauan satwa di lapangan pada Senin, 13 April 2026:
| Jenis Satwa | Jumlah (Pagi) | Jumlah (Sore) |
| Merak Hijau | 13 Ekor | 11 Ekor |
| Ayam Hutan | 4 Ekor | 3 Ekor |
| Kerak Kerbau | 4 Ekor | 7 Ekor |
| Bubut Alang-Alang | 2 Ekor | 2 Ekor |
| Merbah Cerukcuk | 5 Ekor | 5 Ekor |
| Elang Ular Bido | – | 1 Ekor |
| Jalak Putih | – | 1 Ekor |
| Paok Pancawarna | – | 1 Ekor |
Di samping itu, petugas juga mengamati kehadiran burung-burung berukuran kecil. Misalnya, Tangkar Centrong, Cinenen, dan Cica Koreng tampak beraktivitas normal sehingga semakin memperkaya biodiversitas di blok tersebut.
Kondisi Vegetasi Habitat
Secara keseluruhan, tanaman Jati dan Mahoni mendominasi ekosistem di sepanjang jalur patroli Jatipapak. Selain itu, semak belukar yang berfungsi sebagai tutupan bawah juga tumbuh sangat subur.
Sebagai kesimpulan, seluruh rangkaian kegiatan ini membuktikan dedikasi penuh tim lapangan dalam menjaga Kelestarian Resor Kucur. Melalui konsistensi ini, kawasan hutan akan terus memberikan manfaat ekologis serta menyediakan rumah yang aman bagi berbagai satwa liar yang dilindungi.
