Pengecekan rambu peringatan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dalam giat patroli rutin pengamanan kawasan.
Mengawali hari Rabu (22/04/2026) dengan langit yang cerah, tim Polisi Kehutanan kembali melaksanakan Patroli Resor Kucur untuk melestarikan alam. Oleh karena itu, petugas tidak hanya mengamankan hutan dari berbagai ancaman luar, tetapi juga rutin mendata kekayaan hayati yang mendiami kawasan ini. Selanjutnya, mari kita simak rincian aktivitas dan keanekaragaman satwa hari ini.
Mengawali Patroli Resor Kucur: Pelayanan dan Kebersihan
Petugas memulai tugas pagi langsung di pos penjagaan. Hari ini, tim melayani 14 orang pengunjung minat khusus yang datang untuk memancing. Selain itu, petugas juga bergotong-royong membersihkan area sekitar pos. Terlebih lagi, merawat kebersihan fasilitas sangat penting untuk memberi kenyamanan bagi pengunjung sekaligus menjaga keselarasan lingkungan.
Fokus Utama Patroli Resor Kucur: Mencegah Karhutla
Kemudian, tim memusatkan kegiatan pada penjagaan keutuhan kawasan. Petugas menyusuri hutan dari blok Suruan hingga mencapai Jatipapak. Langkah preventif ini bertujuan mencegah tindak pidana kehutanan (tipihut) dan kebakaran hutan atau lahan (karhutla).
Di samping itu, petugas terus bersiaga mengantisipasi pembalakan liar (illegal logging) dan perburuan satwa. Cuaca cerah dari pagi hingga sore tentu sangat mendukung kelancaran kegiatan lapangan. Selama perjalanan, petugas juga mengamati tutupan vegetasi hutan yang subur, seperti Jati, Mahoni, Kesambi, dan semak belukar.
Hasil Pemantauan Satwa di Airstrip Jatipapak
Sementara itu, momen paling menarik saat merampungkan rute penyusuran di area Jatipapak adalah mengamati satwa liar. Kawasan terbuka bekas landasan udara (airstrip) ini menjadi tempat favorit bagi puluhan unggas. Berikut ini daftar burung eksotis yang berhasil petugas pantau:
Pengamatan Pagi:
- Merak Hijau (17 ekor)
- Kerak Kerbau (2 ekor)
- Jalak Putih (1 ekor)
- Bubut Alang-alang (2 ekor)
- Burung Cinenen (2 ekor)
- Cica Koreng (2 ekor)
- Merbah Cerukcuk (2 ekor)
- Perkutut (2 ekor)
Pengamatan Sore:
- Merak Hijau (7 ekor)
- Ayam Hutan (2 ekor)
- Bubut Alang-alang (1 ekor)
- Paok Pancawarna (2 ekor)
- Merbah Cerukcuk (3 ekor)
- Wiwik Kelabu (1 ekor)
- Tangkar Centrong (1 ekor)
- Cekakak Jawa (1 ekor)
- Pelatuk Hijau (1 ekor)
Pada akhirnya, kawasan tetap sangat kondusif hingga sore hari. Petugas sama sekali tidak menemukan aktivitas mencurigakan atau tanda-tanda tindak pidana kehutanan. Sebagai kesimpulan, kehadiran berbagai satwa yang bebas beraktivitas membuktikan bahwa ekosistem hutan kita masih terjaga dengan sangat baik.
